Islam Nusantara


Al-Bahjah TV yang dibuat oleh Lembaga Pengembangan Da’wah AL-BAHJAH Cirebon, perbincangan antara Buya Yahya dengan KH. Luthfi Bashori berbicara islam di nusantara.

Peristiwa yang berdekatan dengan sebelum munculnya istilah Islam Nusantara adalah peringatan israk migrat 2015 di istana negara (tentunya istana negara Republik Indonesia) ada hal yang berbeda dari sebelumnya yaitu pembaca Ayat Suci Al-Qur’an Qori membacakan dalam irama langam Jawa hal ini menjadi perhatian dan perbincangan dimasyarakat. Dewan Pakar PSQ melalui Faried F. Saenong Ph.D menyampaikan timbulnya kesalah pahaman dalam memahami Islam Nusantara disebabkan banyak hal diantara proses yang terjadi sebelum munculnya istilah islam nusantara.

Proses yang terjadi sebelum munculnya istilah islam nusantara yang dimaksud adalah Peristiwa pembacaan ayat suci Al-Qur’an pada peringatan israk migrak 2015 dengan langam jawa diistana negara. kemudian disusul oleh sebuah proposal, sebuah keinginan untuk mengembangkan apa yang disebut dengan islam nusantara. Lalu beliau mengatakan munculnya anggapan-anggapan sesaat, anggapan yang tidak diiringi dengan reset-reset atau penelitian penelitian yang baik tentang istilah atau konsep Islam Nusantara. Kemudian ada yang berkata bahwa islam nusantara adalah islam yang lebih banyak dipengaruhi lokalitas-lokalitas yang kemudian mengganggu prinsip-prinsip beragama dan banyak yang beranggapan bahwa islam nusantara adalah islam yang ingin merubah prinsip-prinsip beragama islam dengan lokalitas-lokalitas indonesia.

Perbedaan pendapat sah-sah saja tentunya. Pendapat saya berbeda dengan Faried F. Saenong Ph.D. Ini bukanlah anggapan sesaat atau anggapan yang tidak diiringi dengan reset atau penelitian yang baik tentang istilah atau konsep Islam Nusantara, akan tetapi istilah islam nusantaralah yang tidak melalui reset dan penelitian yang baik, kenapa ? dilihat dari segi tata bahasa indonesia (Hukum DM diterangkan menerangkan) contohnya Lampu(D) Hijau(M) yang akan diterangkan adalah Lampu keterangannya(menerangkan) Hijau artinya adalah lampu yang berwarna hijau, Nah Islam(D) Nusantara(M) artinya islam dengan ciri-ciri yang berbeda dengan agama islam yang diajarkan rasul, karena mempunyai ciri-ciri agama tersendiri yaitu Nusantara. Begitu juga halnya dengan islam Liberal. Sehingga proposal yang diajukan adalah proposal pendirian agama baru bukan Islam, jadi tidak bisa disebut islam sama dengan islam nusantara. Sayangnya Dewan Pakar PSQ tidak menyebutkan nama siapa yang mempunyai keinginan mengembangkan Islam Nusantara dan siapa yang mengajukan proposal pendirian agama baru serta tidak mempublikasikan proposal konsep agama baru tersebut.

KH. Luthfi Bashori mengatakan islam Nusantara itu adalah suatu kalimat yang salah mestinya muslim nusantara, ini pembelokan arti dari yang sesungguhnya karna islam yang benar itu adalah Islam rahmatan lil’alamn, mereka mengambil pemikiran orang-orang orentalis, orentalis adalah pemikir-pemikir barat non muslim yang mempelajari tentang ketimuran (Islam), bukan untuk diamalkan tetapi untuk dicari celah merusak islam, seperti yang pernah terjadi pada jaman kemerdekan yang dilanjut oleh orang-orang sekarang. Karena digaungkan oleh tokoh-tokoh yang sering dimedia, TV dan koran masyarakat mendengarkan seakan-akan suatu hal yang benar. Kalaupun mau Islamisasi Nusantara artinya mengislamkan nusantara seperti yang dahulu dilakukan walisongo budaya-budaya dinusantara diislamkan (bukan budaya Nusantara dijadikan budaya islam akan tetapi disesuaikan dengan ajaran islam).

Buya Yahya berpendapat islam nusantara itu pengkotak-kotak umat, karena nanti akan lahirlah islam Jawa Islam Sunda islam Batak Islam Madura dan lainnya, yang akhirnya akan bentrok antara islam jawa dengan islam senda, islam batak dengan islam madura, dsb. karena adanya perbedaan yang mengakibatkan adanya pertentangan saling tuding dan klaim siapa yang salah atau benar.

Benar kata Buya Yahya islam nusantara mempunyai tujuan bukan untuk menciptakan persatuan indonesia tetapi untuk memecah belah dan melemahkan bangsa indonesia khusus umat islam diindonesia, agar mudah diadu domba dan dihancurkan. seperti Contoh nyata Kriten karena adanya perubahan dan perbedaan maka lahirlah kristen protestan dan kristen katolk (sekarang entah berapa banyak jumlah agama kristen) antara keduanya ini berbeda dan tidak bisa/mau dibilang sama bahkan sampai terjadi perang dari tahun 1618 sampai dengan 1648. Apakah hal ini yang diinginin terjadi diindonesia, begitu juga halnya yang terjadi antara suni, syiah dan isis karena saling klaim benar dan salah. Jauh sebelum indonesia merdeka pejuang kemerdekaan pada waktu itu mengikrarkan bahwa bahasa dinusantara ini satu yaitu bahasa indonesia kenapa bukan bahasa nusantara? tentu dengan tujuan untuk mempersatukan bangsa. kenapa malah sekarang setelah merdeka tokoh-tokoh bangsa ini mempecah belahkan kembali apa tujuannya? mungkinkah ini komunis yang ingin lahir kembali dan menguasai indonesia? janganlah terlena dengan slogan keberagaman menjadikan masyarakat indonesia mempunyai keberagaman sendiri tapi sadarlah bahwa adanya kekuatan, keinginan sekelompok orang untuk menghancurkan kekuatan kita sehingga merekalah yang menjadi kuat walaupun dari sisi jumlah sangat jauh perbedaannya.

Perlu dipahami bahwa apa yang dikatakan Faried F.Saenong Ph.D perkataan dan atau anggapan yang timbul terhadap islam nusantara itu salah atau keliru, bahkan Faried F. Saenong Ph.D mengajak umat islam Indonesia untuk melakukan pemahaman yang lebih baik dan konfrehensif terhadap islam nusantara. disini saya menlai beliau lagi berkampanye dan mensosialisasikan serta mengajak orang untuk menerima agama baru yakni islam nusantara. tetapi perlu diingat bahwa di indonesia agama yang diakui hanya 5 yakni Islam, Hindu, Budha, kristen protestan dan kristen katolik selain dari itu tidak diakui jadi tidak boleh ada agama islam nusantara di Indonesia.

Semakin nyata bahwa antara islam dengan islam nusantara itu berbeda dari perkataan Faried F. Saenong Ph.D “Perubahan-perubahan kreatif seperti itu (tentu yang dimaksud perubahan yang dilakukan islam nusantara) dilakukan bukan dalam konteks melanggar prinsip-prinsip beragama

  1. Islam nusantara itu adalah Adanya perubahan kreatif terhadap agama islam,
  2. Prinsip-prinsip beragama (Saling menghormati sesama pemeluk agama dll) tidak dilanggar oleh Agama baru (Islam Nusantara) tentu yang dilanggar adalah prinsip agama islam. Prinsip beragama dan prinsip agama itu adalah dua hal yang berbeda.

KH. Luthfi Bashori juga mengatakan Ulil Abshar Abdalla (Pendiri Islam Liberal. baca ini) dalam tulisannya dia mengatakan islam nusantara itu identik dengan islam yang tidak menolak syiah. Pada hal syiah sendiri menurut ahli sunnah waljama’ah dan KH. Hasyim Ashari sehat dan menyesatkan. Ulil Abshar Ashori juga mengatakan islam nusantara paralel dengan katolik (baca Republika Online ini)

Dewan Pakar Pusat Studi Al-Qur’an melalui Faried F. Saenong Ph.D di Metro TV pada acara Pelita Hati dengan tema Islam Nusantara bagian 1

Metro TV, Pelita Hati “Islam Nusantara bagian 2”

Metro TV, Pelita Hati “Islam Nusantara bagian 3”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s