Ideologi Komunis Indonesia. (Bagian 1)


Retaknya Belenggu Komunisme
Retaknya belenggu komunisTerlena dalam tidur dengan mimpi panjang Indonesia yang aman damai dan sejahtera. Bangsa ini tidak menyadarikah atau masih menunggu acaman terbukti dan menjadi nyata bahwa komunis berkuasa dinegeri ini. bagaikan virus yang mematikan komunis bergerak dengan samar sampai pada kekuasaan memutar haluan negara dengan menciptakan pencitraan yang baik atas golongan mereka “komunis”, serta menghasut, memfitnah, mencari-cari bahkan menciptakan kesalahan anak bangsa ini yang memperjuangan kebenaran, menutup mata dan berpura-pura tidak mengetahui atas kejahatan, pelanggaran dan kesalah golongan mereka, membesar-besarkan kesalah yang tidak pernah ada pada pejuang kebenaran.
Sebelum kita berpanjang lebar bicara kedepan ada baiknya kita melihat kebelakang sejenak bahwa ideologi komunisme tidak akan pernah bisa hidup berdampingan dengan ideologi Pancasila sebab komunis tidak sesuai dengan Sila pertama Pancasila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Maka dari itu komunis akan selalu berusaha merusak pancasila. Komunis juga sangat bertentangan dengan islam karena komunis dianggap sebagai anti agama, anti tuhan (atheis). Pada zaman Soekarno berapa banyak ulama yang dibantai dengan suatu fitnah dapat merusak persatuan bangsa, sekarang hal serupa juga terlihat dengan sangat jelas dalam corak yang berbeda.
Tokoh islam mulai dari ulama sampai cendikiawan muslim beserta TNI-AD menjadi penghalang utama Soekarna dalam memperjuangkan cita-citanya ideologi Nasakomnya.
Baru seumur jangung Megawati jadi presiden penganti gusdur ideologi Marhaenisme sudah diberi izin memiliki parpol tepatnya 20 Mei 2002 PMI Marhaenisme dengan asas/ideologi Marhaenisme seperti yang kita ketahui sekarang. saudara megawati yatitu Sukmawati Soekarnoputri ketuanya. (Sebelumnya baca Sejarah PDI-P). Tahun 1998, PNI kembali dihidupkan oleh Supemi dan mengikuti Pemilu 1999 dengan nama PNI Soepeni ideologi Pancasila. Memperoleh 0,36 persen suara nasional, Sesuai dengan UU No. 31 Tahun 2002, maka PNI Soepeni tidak diperbolehkan mengikuti Pemilu 2004. Oleh karena itu partai ini memakai nama baru yaitu Partai Nasional Indonesia Marhaenisme (PNI Marhaenisme) pada tanggal 20 Mei 2002 dan mendaftarkan diri untuk mengikuti Pemilu 2004 yang berhasil lolos dari verifikasi serta memenuhi persyaratan yang ditentukan. Untuk pertama kalinya semenjak tahun 1966 partai berazas selain Pancasila yaitu berazaskan Marhaenisme/komunis lolos ikut pemilu diindonesia tahun 2004. Pada Rapimnas PNI Marhaenisme dijakarta tahun 2016 Menetapkan Joko Widodo menjadi ketua dewan pembina DPP PNI Marhaenisme. (Baca)
Tanggal 15 Desember 2002 Megawati selaku Presiden RI menjual Indosat kepada Temasek Holding Company melalui anak perusahanya Singapore Technologies Telemedia (STT), MNC (Multi National Corporation) asal Singapura. kerugian penjualan aset negara yang terpenting ini bukan hanya dilihat dari materi saja yang lebih pentingnya ini sama saja dengan menjual rahasia negara, bagai menelanjangi militer indonesia dimata asing.
Konsep Nasakom telah dibuat Soekarno sejak tahun 1926 dan penekanan gagasan Nasakom dan proses penyisipan misi Nasakom (Nasakomunisasi) dikeluarkan pada masa demokrasi terpimpin yang terkandung dalam pidato soekarno yang dikenal sebagai Manipol USDEK. Proses indoktrinisi pada masyarakat dan TNI-AD pada tahun 1960 terlihat pada pidatonya yang berjudul “Jalannya revolusi kita”. Menurut Soekarno Nasakom merupakan perasan dari Pancasila menjadi Trisila diperas lagi menjadi Ekasila. Dengan kekuasaannya waktu demokrasi terpimpin tersebut Soekarno menganggap siapa yang anti Nasakom berarti anti Pancasila. Cita-cita soekarno untuk menjadikan ideologi Nasakomnya menjadi salah satu ideologi bangsa dan mensejajarkan kedudukan Nasakom dan Pancasila ini, membuat posisi TNI-AD terjepit satu sisi TNI-AD menolak ideologi Nasakom disisilain harus tunduk pada perintah Soekarno. Nasakom disisipkan pada semua gerakan partai, organisasi masa bahkan tubuh TNI-AD sebagai penyeimbang, pengacau serta pengekang kekuatan TNI-AD.
Nasakom merupakan hasil buah pikir soekarno yang dijadikannya sebagai gagas pemersatu bangsa indonesia dengan tujuan melanjutkan revolusi yang belum selesai dengan berpedoman pada Pancasila meskipun sebelumnya pada tah 1920-an Soekarno menyebut dengan persatuan antara Nasionalisme, Islam dan Marxisme (Baca). Megawati Soekarno Putri menyata dalam bahwa ideologi nya dan partainya “PDI-P” adalah pancasila 1 juni 1945 sesuai ketetapan Kongres II PDI-P tahun 2005. dan saudaranya Sukmawati Soekarnoputri menjadi pemimpin PNI Marhaenisme.
Tindakan Megawati menjual satelik palapa ke bangsa asing (Indosat) tersebut bagai menelanjangi kekuatan meliter Indonesia yang tidak tertutup kemungkinan dapat melumpuh kekuatan militer Indonesia. Guna melanjutkan dan mencapai cita-cita Soekarna yang digagalkan dan dihancurkan oleh Soeharto untuk menjadi Nasakom diterima, diakui dan dijadikan salah satu ideologi bangsa serta sejajar posisinya dengan Pancasila sehingga komunis dapat hidup tumbuh dan berkembang diindonesia. Megawati mengikuti langkah Soekarno mulai dari memberi hidupnya partai marhaenisme yang dilakukan megawati waktu dia menjabat sebagai presiden penganti presiden Gusdur. sampai memproklamirkan ideologi Pancasila PDI-P Berbeda dengan Pancasila yang sesuai pembukaan UUD 1945. sampai saat sekarang ini Era Jokowi sebagai petugas partai PDI-P (dapat dilihat dalam AD ART PDI-P yang mengatur anggota partai yang duduk dipemerintahan adalah petugas partai tunduk dan patuh atas perintah ketua partai) akan kita bahas lebih lanjut pada bagian berikutnya.
Advertisements

One thought on “Ideologi Komunis Indonesia. (Bagian 1)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s