Ideologi Komunis Indonesia. (Bagian 3)


Sejarah PDI-P
Jangan sekali-kali melupakan sejarah disingkat “JASMERAH” adalah semboyan yang terkenal diucapkan soekarno dalam pidatonya yang terakhir pada hari ulang tahun (HUT) Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1966 Menurut A. H. Nasution, Jasmerah adalah judul yang diberikan oleh kesatuan aksi terhadap pidato presiden, bukan judul yang diberikan soekarno. Presiden memberi judul pidato itu dengan “Karno mempertahankan garis politik yang berlaku.
PNI pertama kali didirikan oleh Soekarno 4 Juli 1927 di Bandung, tanggal 29 Desember 1929 semua kantor dan rumah pimpinan PNI digeledah. Soekarno, Maskun, Supriadinata dan gatot mangkupraja ditangkap. Berdasarkan keputusan yang ditetapkan Raad van Justitie tanggal 17 April 1931, mereka dipidana penjara. Keputusan ini diartikan mencap PNI sebagai suatu organisasi yang terlarang. tanggal 29 Januari 1946 di Kediri PNI dibentuk oleh partai-partai kecil yang berada dikediri dan bergabung dalam Serikat Rakyat Indonesia atau di kenal dengan Serrindo pada waktu itu. Dalam Kongres Serrindo PNI dinyatakan memiliki ciri Sosio-Nasionalisne-Demokrasi, Pengunaan asas ini diasosiasikan sebagai “kebangkitan kembali PNI 1927.
Partai Nasional Indonesia (PNI), Partai Kristen Indonesia (Parkindo), Partai Katolik, Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI) dan Musyawarah Rakyat Banyak (Murba), dan pada tanggal 9 Maret 1970 membentuk Kelompok Demokrasi Pembangunan, yang kemudian dikukuhkan dengan pernyataan bersama kelima partai politik tersebut pada tanggal 28 Oktober 1971.
Dan akhirnya pada tanggal 10 Januari 1973 melakukan langkah strategis memfusikan diri menjadi satu wadah perjuangan politik rakyat berdasarkan Pancasila dengan nama Partai Demokrasi Indonesia (PDI). Pada penutupan Kongres II PDI di Jakarta tanggal 17 Januari 1981 kelima partai yang berfusi tersebut menegaskan bahwa perwujudan fusi telah paripurna, serta menyatakan pengakhiran eksistensi masing-masing.
Dalam perkembangan selanjutnya dan didorong oleh tuntutan perkembangan situasi dan kondisi politik nasional yang terjadi, serta berdasarkan hasil keputusan Kongres V Partai Demokrasi Indonesia di Denpasar Bali, maka pada tanggal 1 Februari 1999, PDI telah mengubah namanya menjadi PDI Perjuangan, dengan azas Pancasila dan bercirikan Kebangsaan, Kerakyatan dan Keadilan Sosial
Dalam upaya mewujudkan cita-cita Nasional, PDI Perjuangan menganut prinsip demokrasi yang menempatkan Kepemimpinan Pusat Partai sebagai sentral gerakan; suatu kepemimpinan yang dipimpin ideologi Pancasila 1 Juni 1945; kepemimpinan yang mengandung manajemen satu arah dan satu tujuan yaitu masyarakat adil dan makmur; dan suatu kepemimpinan yang sesuai dengan kepribadian bangsa yaitu gotong royong.
PDI Perjuangan memahami Partai sebagai alat perjuangan untuk membentuk dan membangun karakter bangsa berdasarkan Pancasila 1 Juni 1945. Partai juga sebagai alat perjuangan untuk melahirkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang ber-Ketuhanan, memiliki semangat sosio-nasionalisme, dan sosio-demokrasi (TRI SILA), serta alat perjuangan untuk menentang segala bentuk individualisme dan untuk menghidupkan jiwa dan semangat gotong-royong dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara (EKA SILA). Selain itu, bagi PDI Perjuangan Partai merupakan wadah komunikasi politik, mengembangkan dan memperkuat partisipasi politik warganegara dengan cara membumikan ajaran-ajaran Bung Karno sebagai teori perjuangan sekaligus tujuan dari perjuangan politik.
Advertisements

One thought on “Ideologi Komunis Indonesia. (Bagian 3)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s