Ideologi Komunis Indonesia. (Bagian 4)


PDI-P merubah NKRI, Pancasila dan UUD 1945
Cita-cita Soekarno menjadi NASAKOM sebagai salah satu ideologi bangsa dan mensejajarkan kedudukan Nasakom dengan Pancasila, agar ajarannya Paham MARHAEN dapat dilaksanakan dan KOMUNIS dapat hidup dan berkembang di Indonesia.
Megawati yang pada waktu itu sebagai penurus Partai Nasional Indonesia (PNI Soekarno 4 Juli 1927 Sebagai wadah perjuangannya guna mewujudkan cita-citanya) bersama 4 (empat) partai lainnya diantaranya Murba yang merupakan Komunis Trotski meleburkan menjadi PDI pada tanggal 10 Januari 1973 yang sampai saat ini diperingati PDI-P sebagai hari lahirnya PDI-P. Rasanya mustahil sekecil apapun dalam komunis bentuk apapun menjadi salah satu unsur tumbuhnya PDI-P tidak mempengaruhui tumbuh kembangnya PDI-P.
Guna melanjutkan cita-cita Soekarno, melalui kerajaan kekuasaannya PDI-P, Megawati selaku ketua umum memiliki Kekuasaan tunggal (Otoriter) terlihat dalam ADART PDI-P bahwa :

  • Ketua Umum memiliki hak prerogatif untuk menentukan demokrasi di dalam partai;
  • Ketua Umum sebagai sentral kekuatan politik;
  • Dalam musyawarah mufakat tidak tercapai pengambilan keputusan menjadi wewenang penuh Ketua Umum;
  • Calon ketua umum partai diusulkan oleh ketua umum partai;
  • Tata cara pengusulan calon Ketua Umum diserahkan sepenuhnya kepada Ketua Umum;
  • Ketua Umum mempunyai hak prerogatif merubah struktur dan mengganti personalia DPP Partai sesuai kebutuhan dan tantangan baru yang dihadapi Partai;
  • Setiap Rancangan Peraturan Partai yang disusun DPP Partai wajib disampaikan kepada Ketua Umum Partai untuk dievaluasi;
  • Ketua umum dapat mengambil sikap yang diperlukan atas nama Partai apabila negara dalam keadaan darurat, …”

Demokrasi ala Megawati ini pernah dijalani soekarno (demokrasi terpimpin) yang berakhir gagal total sehingga terbitnya Dekret Presiden 5 Juli 1959. Soekarno satu-satu presiden RI yang ditetapkan dan menjabat tanpa melalui proses pemilu ataupun melalui MPR.

Megawati dan PDI-P bagaikan israel di Palestina membiarkanya hidup berkembang ibarat peparah menolong anging kejepit. Mendirikan negara dalam negara yang akhirnya negara Asalnya jadi tinggal sejarah.
Setiap Anggota Partai yang terpilih dan duduk dalam jabatan politik dan jabatan publik Baik itu Lembaga Legislatif (anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota), Eksekutif (Presiden, Wakil Presiden, Menteri, Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, Wakil Bupati, Walikota dan Wakil Walikota) adalah petugas partai yang harus:

  • Tunduk dan patuh terhadap aturan dan perintah Partai sesuai tingkatannya;
  • Membayar iuyaran bulanan secara rutin;
  • Melaporkan harta kekayaan secara periodik setiap tahun;
  • Wajib menghadiri rapat yang sudah ditentukan partai diantaranya rapat tiga pilar yang dilaksanakan sekurang-kurangnya 2 kali dalam setahun.
PDI-P berfungsi diantaranya:

  • Membentuk kader Partai yang berjiwa pelopor, dan memiliki pemahaman, kemampuan menjabarkan dan melaksanakan ajaran Bung Karno dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara;
  • Menghimpun, membangun dan menggerakkan kekuatan rakyat guna membangun dan mencapai cita-cita masyarakat Pancasila (tentu yang dimaksud pancasila 1 juni 1945);

Serta Bertugas diantaranya mempengaruhi dan mengawasi jalannya penyelenggaraan negara agar senantiasa berdasarkan pada ideologi Pancasila 1 Juni 1945 dan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, serta jalan TRISAKTI…
Setiap Anggota partai berkewajiban diantaranya melakukan rekrutmen anggota baru.

Ketua Umum sebagai sentral kekuatan politik partai, ditunjang oleh Pusat Analisa dan Pengendali Situasi yang bertindak sebagai alat kelengkapan Ketua Umum. yang bertugas diantara:

  • Menyediakan informasi yang berkaitan dengan data kebijakan pemerintahan negara;
  • Data personil pengambil kebijakan penting pemerintahan negara;
  • Menginventarisir, mengawasi, memonitoring dan melaporkan pelaksanaan instruksi Ketua Umum Partai.
Materi Pendidikan dalam hal Kaderisasi PDI-P

  1. Materi pengajaran khusus ideologi yang bersifat pokok atau utama terdiri dari:
    1. Indonesia Menggugat Tahun 1930;
    2. Mencapai Indonesia Merdeka Tahun 1933;
    3. Lahirnya Pancasila 1 Juni 1945;
    4. Membangun Dunia kembali 1960;
    5. Nawaksara tahun 1966; dan
    6. Pidato Ketua Umum pada Pembukaan Kongres III Tahun 2010 Bali dan pidato-pidato Ketua Umum lainnya.
  2. Materi pengajaran khusus ideologi yang bersifat pendukung terdiri dari:
    1. Kapitalisme Bangsa sendiri Tahun 1932;
    2. Amanat Presiden Soekarno Tahun 1959;
    3. Amanat Presiden Soekarno tahun 1960;
    4. Deklarasi Ekonomi Tahun 1963; dan
    5. Marhenisme adalah Teori Perjuangan Tahun 1965.
Advertisements

One thought on “Ideologi Komunis Indonesia. (Bagian 4)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s